Terdengar aneh ketika kata SEMPURNA disandingkan dengan kata JERAWAT.
Tapi tidak bagiku, Jerawat adalah symbol ketidaksempurnaan. Dan akupun yakin, banyak yang setuju dengan statement ku ini. Pernyataan ini tidak keluar begitu saja, tanpa dipikir, tanpa di masak dulu dalam otak. Aku sendiri sudah berulang kali mendapati ada satu, dua, tiga bahkan banyak jerawat yang singgah di wajahku.
Ketika aku masih SMP, banyak yang mengatakan bahwa banyak jerawat menandakan banyaknya cewek yang sedang kamu taksir. Dan gilanya, aku percaya akan hal itu.
Ketika aku masuk SMA, aku mulai sadar bahwa jerawat bukan menandakan banyak cewek yang kita taksir, tapi menandakan betapa stressnya kita ketika masalah mulai mendatangi kehidupan kita (itu kesimpulan pribadiku)
dan ketika aku lulus SMA dan putus dengan pacarku, aku sadar bahwa ternyata jerawat menandakan betapa stressnya kita ketika ditinggalkan oleh orang yg kita sayangi.
namun sekarang, ketika aku kuliah, aku sadar bahwa jerawat adalah hal yang asik, yang membuat aku senang untuk memainkannya, sebuah perubahan paradigm yang drastis
Tapi tidak bagiku, Jerawat adalah symbol ketidaksempurnaan. Dan akupun yakin, banyak yang setuju dengan statement ku ini. Pernyataan ini tidak keluar begitu saja, tanpa dipikir, tanpa di masak dulu dalam otak. Aku sendiri sudah berulang kali mendapati ada satu, dua, tiga bahkan banyak jerawat yang singgah di wajahku.
Ketika aku masih SMP, banyak yang mengatakan bahwa banyak jerawat menandakan banyaknya cewek yang sedang kamu taksir. Dan gilanya, aku percaya akan hal itu.
Ketika aku masuk SMA, aku mulai sadar bahwa jerawat bukan menandakan banyak cewek yang kita taksir, tapi menandakan betapa stressnya kita ketika masalah mulai mendatangi kehidupan kita (itu kesimpulan pribadiku)
dan ketika aku lulus SMA dan putus dengan pacarku, aku sadar bahwa ternyata jerawat menandakan betapa stressnya kita ketika ditinggalkan oleh orang yg kita sayangi.
namun sekarang, ketika aku kuliah, aku sadar bahwa jerawat adalah hal yang asik, yang membuat aku senang untuk memainkannya, sebuah perubahan paradigm yang drastis
Beberapa hari yang lalu, ada dua jerawat yang mampir di wajahku. Dan seperti kebiasaan banyak orang, aku pun mulai mencoba untuk mengeluarkan jerawat itu dengan mulai memencetinya. Alhasil, jerawat pertama bisa keluar dengan mudah tanpa ada bekas merah-merah di pipi. Tapi ternyata, tanganku masih merasakan bahwa ada yang mringkil di pipi sebelah kiri. Dan aku tahu pasti kalau itu Jerawat. Mulailah aku memenceti bagian yang terasa mringkil tersebut.
Pencetan pertama, tidak berhasil mengeluarkan jerawat itu, dan mulai meninggalkan bekas merah di pipi, inflamasi level 1.
Pencetan kedua, masih belum berhasi mengeluarkan jerawat itu lagi, tapi pucuk dari jerawat itu mulai terlihat, luka merah dipipi semain melebar, inflamasi level 2.
Pencetan kedua, masih belum berhasi mengeluarkan jerawat itu lagi, tapi pucuk dari jerawat itu mulai terlihat, luka merah dipipi semain melebar, inflamasi level 2.
Pencetan ketiga, lebih memaksa, lebih keras dan ternyata berhasil mengeluarkan jerawat itu, jerawat sebesar menir, tidak ada inflamasi, tapi menciptakan wound di wajahku.
aku terdiam selama beberapa menit, kupandangi bayangan wajahku di cermin besar ukuran 1 x 40 cm. jerawat yang sebenarnya hanya seukuran menir ternyata bisa menghasilkan sebuah luka di wajahku.
tersadar, dan mulai mengajak diri senidiri mengobrol
seharusnya aku tidak memenceti jerawat itu, maka luka ini tidak aka nada di wajahku, dan mungkin jerawat itu akan keluar dengan sendirinya, tapi aku merasakan kurang puas ketika jerawat itu belum bisa keluar dari pori-pori wajahku. Aku ingin kulit wajahku ini mulus seperti pantat bayi. Tapi semakin aku mengejar kemulusan itu, semakin aku mendapatkan wajahku yang jauh dari kata MULUS.
aku terdiam selama beberapa menit, kupandangi bayangan wajahku di cermin besar ukuran 1 x 40 cm. jerawat yang sebenarnya hanya seukuran menir ternyata bisa menghasilkan sebuah luka di wajahku.
tersadar, dan mulai mengajak diri senidiri mengobrol
seharusnya aku tidak memenceti jerawat itu, maka luka ini tidak aka nada di wajahku, dan mungkin jerawat itu akan keluar dengan sendirinya, tapi aku merasakan kurang puas ketika jerawat itu belum bisa keluar dari pori-pori wajahku. Aku ingin kulit wajahku ini mulus seperti pantat bayi. Tapi semakin aku mengejar kemulusan itu, semakin aku mendapatkan wajahku yang jauh dari kata MULUS.
0 komentar:
Posting Komentar